Ini Dia Alasan Kenapa Sertifikasi itu Penting

Tak menunggu lama dalam euforia lulus ujian CISA sebuah reality check menghampiri. Reality check berupa sebuah pertanyaan sederhana: perlukah sertifikasi? Seorang senior di kantor dengan setengah bercanda (setengahnya lagi serius) mengatakan bahwa punya sertifikasi cuma berasa dalam dua kesempatan: saat orang-orang datang mengucapkan selamat dan setiap kali harus bayar iuran tahunan dalam dollar yang jumlahnya lumayan.

Untuk teman-teman yang bekerja di perusahaan swasta, sertifikasi setidaknya berguna sebagai modal bertemu dengan divisi Human Resource (HR). Entah ketemu dengan HR perusahaan sekarang atau HR perusahaan sebelah, sertifikasi berguna untuk menaikkan nilai tawar terutama saat negoisasi gaji. Namun untuk pegawai badan publik yang cenderung lebih statis, sertifikasi tidak bekerja seperti itu. Lanjutkan membaca

Mengejar Sertifikasi Auditor TI

CISA bukanlah gelar yang tepat untuk dibanggakan kepada orang tua, tak seperti saat seorang anak pulang sekolah dan mengabarkan pada orang tuanya, “Pak, aku rangking satu di kelas”. Kebanyakan orang tua akan bengong saat anaknya pulang ke rumah dan langsung berkata “Pak, aku lulus CISA, lho!”.

Namun, dengan gelar CISA (Certified Information System Auditor) bisa jadi pengetahuan dan wawasan bertambah, pekerjaan lebih mudah, dan karir gesit melangkah. Kalau sudah begitu, tentu orang tua juga menjadi bangga.

CISA Logo

Untuk bisa lulus CISA dan diakui secara internasional sebagai IT Auditor bersertifikasi, ada dua syarat utama yang harus dipenuhi, lulus ujian CISA dan mempunyai lima tahun pengalaman sebagai Auditor IT. Syarat yang kedua relatif lebih mudah dipenuhi. Tiga diantara lima tahun pengalaman tersebut dapat disubstitusi: dua tahun disubstitusi dengan gelar sarjana ditambah satu tahun pengalaman sebagai audit non-IT atau pekerjaan terkait IT lainnya.

Seorang sarjana Ilmu Komputer dengan pengalaman minimal satu tahun sebagai programmer, tinggal mengejar dua tahun pengalaman sebagai IT auditor. Oh ya, dan harus lulus ujian CISA.

Ini bagian yang rada sulit. Ujian CISA terdiri dari 200 soal dalam waktu 4 jam (setiap soal hanya punya waktu satu menit lebih sedikit). Soal berupa pilihan ganda dalam bahasa Inggris (kecuali buat yang jago bahasa Mandarin, mungkin bisa mempertimbangkan untuk ujian dalam bahasa Mandarin). Ada lima domain area yang diujikan dengan persentase yang berbeda-beda.

Rada sulit, karena tidak tepat rasanya kalau disebut sangat sulit. Faktanya, pada Juni 2007, di Hongkong, 187 peserta berhasil lulus dari 392 orang yang mengikuti tes (47,7%). Sedangkan pada Desember 2007, presentase kelulusan meningkat tipis dengan 49% (154 dari 312) peserta lulus. Sayangnya, ISACA Indonesia tidak merilis statistik yang serupa sehingga kondisi di Indonesia tidak dapat digambarkan. Tetapi dari data di Hongkong menunjukkan bahwa hampir separuh peserta bisa lulus. Setidaknya tingkat kesulitan CISA tidak pake banget. Lanjutkan membaca

Mengenal Karir Sebagai IT Auditor

audit ti

Ini nasehat penting untuk mahasiswa Ilmu Komputer yang tidak bisa coding: jangan bermimpi untuk menjadi programmer.

Memang, dalam suatu saat dalam kehidupan menyedihkan mahasiswa Ilmu Komputer, programmer seakan-akan merupakan satu-satunya pilihan karir yang terlihat. Pilihan tersebut terkadang menjadi sebuah mimpi buruk, jika skill dan passion yang dimiliki dalam kegiatan coding terbatas. Dengan modal seperti itu, menjadi programmer dengan segera berubah dari sebuah mimpi buruk menjadi realitas yang suram.

Mungkin fakta ini agak mengejutkan bagi mahasiswa Ilmu Komputer, bahwa programmer (dan IT helpdesk) bukanlah satu-satunya pilihan karir. Salah satu karir yang kurang populer namun layak untuk dipertimbangkan adalah auditor TI. Lanjutkan membaca

Memahami Batasan Bunga oleh OJK

Baru-baru saja, sekitar dua minggu yang lalu, OJK mengumumkan sebuah tindakan pengawasan (supervisory action) yang memberikan batas atas terhadap bunga deposito yang diberikan oleh Bank-Bank besar. Layaknya semua tindakan otoritas, tentu saja ada pro kontra mengikuti. Ada yang setuju, ada yang mempertanyakan, ada pula yang mencela, dan yang dibelakang cuma ngangguk-ngangguk ngantuk.

Pertama-tama yang perlu dipahami, batasan ini merupakan sebuah tindakan pengawasan, bukan merupakan peraturan, bukan merupakan kebijakan. Sesuai undang-undang, OJK dapat memberikan sebuah perintah tertulis kepada Lembaga Keuangan, dalam hal ini Bank, untuk mengatur dan mengawasi kesehatan Bank. Tentunya, hal ini disesuaikan dengan kondisi, baik kondisi mikro Bank itu sendiri maupun kondisi makro perekonomian.

Karena sifatnya hanya tindakan pengawasan, sebenarnya tak mengatur sanksi secara jelas jika ada Bank yang membandel tak mau mengikuti petunjuk ini. Pelanggaran terhadap tindakan pengawasan sanksinya ya sebuah tindakan pengawasan juga, bisa “hanya” denda, sampai dengan momok bagi semua pengurus perbankan, fit and proper test. Ringan beratnya tentu saja disesuaikan dengan akibat pelanggaran tersebut bagi kesehatan Bank itu sendiri. Lanjutkan membaca

Apakah Flo Seorang Jomblo?

penjahat sosial media Dalam piramida Maslow, kebutuhan sosial menjadi kebutuhan ketiga setelah kebutuhan fisik dan rasa aman. Jika seseorang memiliki sebuah smartphone, maka bisa jadi dirinya sudah bisa memenuhi kebutuhan fisik (minimal sandang dan pangan) serta sudah bisa mendapatkan rasa aman (kalau tidak ada rasa aman, orang tak akan berani punya smartphone).

Maka kebutuhan berikutnya adalah kebutuhan sosial. Sebuah keinginan tentang cinta, kasih sayang, rasa ingin memiliki dan dimiliki. Kebutuhan akan sebuah pelukan yang menenangkan, terutama setelah Anda dipermalukan oleh seisi SPBU yang penuh.

Jujur saja, setelah melakukan kesalahan dan disoraki di depan publik, Anda perlu mental sekuat politikus Indonesia untuk tetap berjalan dengan wajar seolah tidak terjadi apa-apa. Tanpa itu, pasti Anda marah, malu, sedih, campur jadi satu yang membuat emosi Anda perlu dilampiaskan.

Bagi seorang mahasiswa rantau, pelampiasan dengan curhat ke keluarga mungkin adalah pilihan yang susah. Pilihan yang lebih mudah adalah melampiaskan kepada pacar, entah dengan curhat atau dengan melakukan sesuatu yang lain.

Saya tidak tahu bagaimana mahasiswa zaman sekarang, tapi pada masa saya masih mahasiswa dulu, pelampiasan emosi dengan curhat kepada beberapa teman dekat selalu bisa menjadi pilihan. Pilihan yang akan membawa Anda kepada sebuah situasi di mana Anda akan diinjak-injak alih-alih ditolong, namun secara mengejutkan bisa menenangkan, membuat yakin bahwa ada yang peduli dengan Anda.

Di era di mana internet mengkoneksikan kita seperti sekarang ini, saya tidak akan kaget jika pilihan-pilihan tersebut menjadi sebuah kemewahan bagi mahasiswa. Keluarga jauh, pacar nggak punya, teman pun tak ada. Akhirnya, curhat kepada sosial media menjadi sebuah pilihan yang terlihat logis.

Privasi Semu oleh Path

Dari semua sosial media, Path mempunyai konsep yang membingungkan.

Lanjutkan membaca

Bank Indonesia Resmi Anggap Bitcoin Bukan Mata Uang

Bank Indonesia akhirnya mengeluarkan sikap resmi terkait dengan virtual currency khususnya Bitcoin. Kebijakan ini, memperkuat komentar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas, yang sebelumnya menganggap penggunaan Bitcoin sebagai pelanggaran undang-undang.

Dalam rilis berita yang dikeluarkan pada hari ini, 6 Februari, Bank Indonesia menganggap bahwa Bitcoin dan virtual currency lainnya bukanlah sebuah mata uang atau alat pembayaran yang sah untuk digunakan di Indonesia. Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk berhati-hati terhadap Bitcoin dan virtual currency lainnya, karena risiko tinggi yang melekat pada Bitcoin. Bank Indonesia tidak bertanggung jawab atas segala risiko yang disebabkan oleh penggunaan atau kepemilikan Bitcoin.

Apakah sebenarnya Bitcoin sedemikian berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia sehingga Bank Indonesia harus membahasnya dalam rapat tertinggi? Sebenarnya tidak juga. Jumlah transaksi Bitcoin hanya sekitar 20-30 transaksi per hari dengan nilai transaksi sekitar 50-100 juta Rupiah. Pada level ini, kenaikan atau penurunan secara drastis nilai Bitcoin tidak berpengaruh besar terhadap ekonomi makro Indonesia.

Keputusan Bank Indonesia ini merupakan sebuah tindakan preventif untuk melindungi masyarakat sebelum Bitcoin menimbulkan dampak yang lebih besar di Indonesia. Lanjutkan membaca

Pengendalian Lingkungan Data Center

y-u-no-monitor-datacenter-temperature-meme

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat audit terhadap data center telah dijabarkan dalam tulisan sebelumnya. Khusus tentang pengendalian lingkungan, sengaja saya tulis dalam artikel terpisah karena pembahasan yang cukup panjang. Mungkin hal-hal di bawah ini terlihat sepele, tapi dapat mempengaruhi tingkat ketersediaan data center.

Ruangan

Ruangan data center harus menggunakan lantai yang ditinggikan (raised floor). Raised floor ini berfungsi mengamankan sistem perkabelan dan untuk menghindari efek grounding. Tinggi ideal raised floor ini sekitar 60 cm.

Tentang perkabelan, idealnya antara kabel listrik dan kabel jaringan dibedakan. Biasanya kabel listrik ada di bawah raised floor, sedangkan kabel jaringan digantung dengan kolom khusus di plafon. Selain memudahkan perawatan, hal ini juga dilakukan untuk menghindari efek medan magnet dari kabel listrik terhadap lalu lintas data di kabel jaringan. Lanjutkan membaca

Audit Data Center, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Google-data-center-storm-trooper

Dalam hal jam layanan, nasabah perbankan tak ubahnya seperti pelanggan warung burjo. Tersebutlah Pepe Sudarmaji, seorang pelanggan burjo yang bertempat tinggal di Jogja. Jam berapa pun mas Pepe ini lapar, beliau menuntut warung burjo dapat menyediakan Indomie goreng dan Coffemix hangat saat itu juga. Jika saat itu mas Pepe sedang tidak punya uang tunai, maka mas Pepe juga menuntut Bank agar bisa menyediakan layanan tarik tunai dari tabungannya saat itu juga. Mungkin juga transfer atau debit, tergantung level warung burjo yang dikunjungi mas Pepe.

Akibat tuntutan tersebut, Bank harus mempunyai sistem yang reliable, handal 24 jam sehari, 7 kali seminggu, sepanjang tahun. Sistem tersebut tentunya harus didukung sebuah data center yang handal juga. Karenanya, penyelenggaraan data center menjadi salah satu poin dalam Peraturan Bank Indonesia tentang Manajemen Risiko TI.

Berbekal PBI tersebut dan Surat Edaran terkait, sepanjang tahun kemarin saya bolak-balik mengunjungi beberapa data center. Tentu saja kunjungan tersebut tidak sekedar untuk ngadem, mengingat suhu data center yang diatur hingga 21 C. Sesuai dengan peraturan terkait, beberapa hal dalam penyelenggaraan data center tersebut diperika. Berikut poin-poin pemeriksaan sebuah data center :

Operasional Data Center
Terkait dengan operasional data center, Bank harus mempunyai kebijakan yang menentukan pejabat yang bertanggung jawab terhadap data center. Kebijakan tersebut juga menunjuk orang-orang yang berhak untuk mengakses ruangan data center. Setiap kunjungan ke data center oleh pihak lain, harus mendapat izin dari pejabat berwenang dan wajib ditemani oleh petugas yang berhak mengakses. Selain itu, setiap kunjungan juga wajib dicatat di buku log. Lanjutkan membaca

Tak Kenal Maka tak Sayang, Kenalan Sama OJK Yuk

ojk_perbankan

Kalau misalnya ditanya, mending kerja di mana, BI atau OJK, dengan yakin sebenarnya saya akan menjawab, BI. Alasannya sederhana, semua orang tahu BI sebagai lembaga elegan nan mewah macam menara gading. Semua gadis, termasuk marketing kartu kredit, teller dan customer service yang cakep-cakep di Bank itu memandang kagum pada pegawai Bank Indonesia. Kalau sudah seperti itu, penampilan fisik bisa menjadi pertimbangan yang nomor sekian.

Beda halnya jika saya sebut OJK sebagai tempat kerja. Mungkin reaksi pertama orang akan, “Hah, apa? Ojek? Tukang ojek?“. Meskipun sebenarnya kerjaan yang saya lakukan sama, termasuk besaran kewenangannya, kerja BI terlihat lebih wah daripada kerja di OJK. Hanya karena orang belum mengenal OJK dan kewenangannnya.

Apa itu OJK dan kewenangannya, sebenarnya telah dijelaskan secara gamblang melalui namanya, Otoritas Jasa Keuangan. Jasa Keuangan adalah sebuah bidang yang mempertemukan antara pemilik dana surplus (masyarakat, perusahaan, pemerintah) dalam bentuk tabungan dan menyalurkannya kepada pihak yang membutuhkan dana (bisa juga masyarakat, perusahaan, dan pemerintah) baik secara langsung ataupun tidak langsung. Contoh lembaga yang bergerak di bidang jasa keuangan adalah bank, asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, pasar modal dan lembaga keuangan lainnya.

Sedangkan otoritas secara mudah dapat diartikan sebagai pemerintah atau penguasa. Kewenangan sebuah otoritas meliputi mengatur, mengawasi, memeriksa hingga menyidik. Artinya, lembaga ini yang membuat aturan, kemudian memastikan aturan tersebut dipatuhi semua orang. Jika ada yang terindikasi melanggar, lembaga ini juga mempunyai kewenangan memeriksa hingga menyidik tersangka pelanggar tersebut.

Dari kata otoritas saja sudah terlihat betapa besarnya wewenang OJK. Belum lagi jika dilihat dari kata jasa keuangan. Menurut itung-itungan OJK sendiri, total aset jasa keuangan yang akan diawasi OJK mulai tahun 2014 adalah 11.000 triliun Rupiah. Uang sebesar itu bisa dipakai untuk membuat hampir 2.500 jembatan Suramadu. Jika uang sejumlah tersebut dibelikan kerupuk untuk seluruh rakyat Indonesia, maka setiap orang akan bisa makan tiga kali sehari bertemankan kerupuk selama 40 tahun.

Kenapa OJK?

Kenapa tiba-tiba ada OJK? Tidak cukupkah otoritas jasa keuangan yang telah ada sebelumnya yaitu Bapepam-LK (otoritas pasar modal dan lembaga keuangan) serta Bank Indonesia (otoritas Bank)? Lanjutkan membaca

Anarki Bitcoin

anarkiMarilah kita mulai membaca tulisan ini dengan sejenak mengheningkan cipta untuk nasib buruk kata “anarki” di Indonesia. Sejak zaman akhir orde baru pada tahun 1997-1998, kata anarkis marak digunakan dalam pemberitaan dengan makna “kekerasan”.  Contohnya dalam judul berita “Demo Anarki Timbulkan Antipati“. Padahal, dalam KBBI, anarki berarti (1) hal tidak adanya pemerintahan, undang-undang, peraturan, atau ketertiban; (2) kekacauan (dl suatu negara).

Masih menurut KBBI, anarkisme diartikan sebagai “ajaran (paham) yg menentang setiap kekuatan negara; teori politik yg tidak menyukai adanya pemerintahan dan undang-undang”. Meskipun ada penganut anarki yang menghalalkan segala cara, tetapi banyak juga pelaku anarki yang menghindarkan penggunaan kekuatan dan kekerasan dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang mereka inginkan. Sementara berkat penggunaan yang salah dari media sampai sekarang, kata anarkis bergeser maknanya sebagai sebuah tindakan yang merusak, menimbulkan kekacauan, menganggu ketertiban, atau membahayakan keamanan.

Salah satu contoh terbesar berjalannya anarkisme adalah pada tahun 1936 saat terjadinya revolusi Spanyol. Sekitar lima sampai tujuh juta orang bergabung dalam sebuah struktur sosial tanpa pemerintahan. Setiap orang melakukan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing : ada yang bekerja di bidang pertanian, bekerja di pabrik atau sekolah, hingga menahan serangan dari militer. Hasil dari pekerjaan tersebut dapat dinikmati oleh setiap orang sesuai dengan kebutuhan masing-masing, bukan berdasarkan apa yang telah mereka berikan untuk komunitas.

Pada contoh tersebut, absennya penguasa tidak menghasilkan hal-hal yang ditakutkan warga negara pada umumnya: kekerasan dan kriminal di mana-mana, masyarakat hidup dalam kelaparan, hukum rimba berlaku, dan sebagainya. Anarkisme yang terjadi pada saat itu, jauh berbeda dengan makna anarkisme yang dikenalkan media kita.

Dalam arti sebenarnya, salah satu bentuk anarki yang sekarang sedang berkembang adalah Bitcoin. Bitcoin, yang telah ada sejak tahun 2009, marak diperbincangkan di Indonesia akhir tahun 2013 kemarin. Ramainya perbincangan Bitcoin (dan mulai adanya transaksi menggunakannya), sampai membuat Bank Indonesia merasa perlu untuk melakukan kajian terhadap Bitcoin. Langkah Bank Indonesia tersebut sepertinya membuat entitas yang berkepentingan terhadap Bitcoin di Indonesia merasa mendapatkan angin perhatian dari otoritas sistem pembayaran di Indonesia tersebut. Dua diantara founder entitas tersebut kemudian menulis surat terbuka untuk Bank Indonesia. Lanjutkan membaca