Mengenal Karir Sebagai IT Auditor

audit ti

Ini nasehat penting untuk mahasiswa Ilmu Komputer yang tidak bisa coding: jangan bermimpi untuk menjadi programmer.

Memang, dalam suatu saat dalam kehidupan menyedihkan mahasiswa Ilmu Komputer, programmer seakan-akan merupakan satu-satunya pilihan karir yang terlihat. Pilihan tersebut terkadang menjadi sebuah mimpi buruk, jika skill dan passion yang dimiliki dalam kegiatan coding terbatas. Dengan modal seperti itu, menjadi programmer dengan segera berubah dari sebuah mimpi buruk menjadi realitas yang suram.

Mungkin fakta ini agak mengejutkan bagi mahasiswa Ilmu Komputer, bahwa programmer (dan IT helpdesk) bukanlah satu-satunya pilihan karir. Salah satu karir yang kurang populer namun layak untuk dipertimbangkan adalah auditor TI. Lanjutkan membaca

Memahami Batasan Bunga oleh OJK

Baru-baru saja, sekitar dua minggu yang lalu, OJK mengumumkan sebuah tindakan pengawasan (supervisory action) yang memberikan batas atas terhadap bunga deposito yang diberikan oleh Bank-Bank besar. Layaknya semua tindakan otoritas, tentu saja ada pro kontra mengikuti. Ada yang setuju, ada yang mempertanyakan, ada pula yang mencela, dan yang dibelakang cuma ngangguk-ngangguk ngantuk.

Pertama-tama yang perlu dipahami, batasan ini merupakan sebuah tindakan pengawasan, bukan merupakan peraturan, bukan merupakan kebijakan. Sesuai undang-undang, OJK dapat memberikan sebuah perintah tertulis kepada Lembaga Keuangan, dalam hal ini Bank, untuk mengatur dan mengawasi kesehatan Bank. Tentunya, hal ini disesuaikan dengan kondisi, baik kondisi mikro Bank itu sendiri maupun kondisi makro perekonomian.

Karena sifatnya hanya tindakan pengawasan, sebenarnya tak mengatur sanksi secara jelas jika ada Bank yang membandel tak mau mengikuti petunjuk ini. Pelanggaran terhadap tindakan pengawasan sanksinya ya sebuah tindakan pengawasan juga, bisa “hanya” denda, sampai dengan momok bagi semua pengurus perbankan, fit and proper test. Ringan beratnya tentu saja disesuaikan dengan akibat pelanggaran tersebut bagi kesehatan Bank itu sendiri. Lanjutkan membaca

Apakah Flo Seorang Jomblo?

penjahat sosial media Dalam piramida Maslow, kebutuhan sosial menjadi kebutuhan ketiga setelah kebutuhan fisik dan rasa aman. Jika seseorang memiliki sebuah smartphone, maka bisa jadi dirinya sudah bisa memenuhi kebutuhan fisik (minimal sandang dan pangan) serta sudah bisa mendapatkan rasa aman (kalau tidak ada rasa aman, orang tak akan berani punya smartphone).

Maka kebutuhan berikutnya adalah kebutuhan sosial. Sebuah keinginan tentang cinta, kasih sayang, rasa ingin memiliki dan dimiliki. Kebutuhan akan sebuah pelukan yang menenangkan, terutama setelah Anda dipermalukan oleh seisi SPBU yang penuh.

Jujur saja, setelah melakukan kesalahan dan disoraki di depan publik, Anda perlu mental sekuat politikus Indonesia untuk tetap berjalan dengan wajar seolah tidak terjadi apa-apa. Tanpa itu, pasti Anda marah, malu, sedih, campur jadi satu yang membuat emosi Anda perlu dilampiaskan.

Bagi seorang mahasiswa rantau, pelampiasan dengan curhat ke keluarga mungkin adalah pilihan yang susah. Pilihan yang lebih mudah adalah melampiaskan kepada pacar, entah dengan curhat atau dengan melakukan sesuatu yang lain.

Saya tidak tahu bagaimana mahasiswa zaman sekarang, tapi pada masa saya masih mahasiswa dulu, pelampiasan emosi dengan curhat kepada beberapa teman dekat selalu bisa menjadi pilihan. Pilihan yang akan membawa Anda kepada sebuah situasi di mana Anda akan diinjak-injak alih-alih ditolong, namun secara mengejutkan bisa menenangkan, membuat yakin bahwa ada yang peduli dengan Anda.

Di era di mana internet mengkoneksikan kita seperti sekarang ini, saya tidak akan kaget jika pilihan-pilihan tersebut menjadi sebuah kemewahan bagi mahasiswa. Keluarga jauh, pacar nggak punya, teman pun tak ada. Akhirnya, curhat kepada sosial media menjadi sebuah pilihan yang terlihat logis.

Privasi Semu oleh Path

Dari semua sosial media, Path mempunyai konsep yang membingungkan.

Lanjutkan membaca

Surat Terbuka Untuk Sri

surat terbuka

Beberapa malam kemarin itu, Jono (sebut saja begitu) mengirim wasap kepada saya. Jono ini sejenis teman yang “unik”. Cuma muncul kalau lagi ada perlunya saja, entah mau ngutang atau ada perlu lain. A friend in need is a friend indeed, begitu kilahnya saat saya protes. Karenanya, saat saya terima pesan dari Jono ini, saya langsung tahu maksud dan tujuannya.

Jono meminta ketemu, yang saya iyain kemarin sore. Benar saja, tiada lain tiada bukan, si Jono ini memang mau minta tolong. Tak sekedar utang, yang dia minta kali ini lebih berat.

“Aku kepingin nikah, Jon.” (Entah kenapa, dari dulu saya dan Jono memang saling bertukar sapaan yang sama, Jon.)

Nah kan, saya bukan penghulu, bukan orang tuanya, bukan pula calon mertuanya, tapi Jono meminta tolong pada saya untuk menikahkannya. Ya jelas saya bingung.

Yang lebih bikin bingung, dia cuma mau dinikahkan dengan satu orang secara khusus. Mantan pacarnya. Mantan pacarnya yang sudah minggat sejak kapan tau. Entah masih hidup atau sudah mati, entah sudah kawin atau punya anak lima, lha gimana saya mau menikahkan mereka. Lanjutkan membaca

Esuk Déle, Sore Tempe

Esuk dele sore tempe” adalah sebuah istilah Jawa untuk menggambarkan sebuah keadaan, bisa perkataan, perbuatan, dan orang yang plin-plan, mencla-mencle, dengan kata lain, tidak tegas. Pagi berpendapat A, sore sudah berubah menjadi B. Orang yang esuk dele sore tempe, apalagi kalau keseringan, jelas bukan orang yang bisa dipercaya, bukan orang yang bisa dipegang janji-janjinya.

Tapi, tak semua orang yang berubah pendapat bisa langsung dicap sebagai pembuat tempe. Ada batasan-batasan tertentu yang membuat orang bisa berubah pikiran namun bebas dari sangkaan pasal mencla-mencle.

Yang pertama, kalau pendapat pertama jelas-jelas salah. Awalnya saya kira dele, pas dimakan ternyata mete. Apa ya saya tetep ngotot kalo itu dele. Kalo saya sekarang ngomong itu mete, apa ya saya disalahkan justru karena saya (sekarang) benar. Justru kalau saya ngeyel ngomong itu dele, saya orang yang kaku dan perlu disogok. Pake bambu…

Kesadaran akan adanya kesalahan ini, bisa jadi datang dari diri sendiri, atau diingatkan oleh orang lain.

Kedua, orang akan dimaafkan mengubah pendapatnya, jika memang keadaannya memang sudah berubah. Kalau tadi pagi masi dele, namun sekarang sudah diragiin dan sore ini sudah jadi tempe, mosok ada yang masih ngotot itu dele. Tadi pagi saya ngomong dele itu benar, sekarang saya ngomong tempe juga benar. Wong kenyataannya memang sudah berubah.

Nah, esuk dele sore tempe itu ya cocok buat orang yang hari ini bilang A, besok udah ganti jadi B, padahal barangnya masih sama. Apalagi kalau orangnya pinter ngeles, ngomong kalau barang yang kita bicarakan ini berbeda, dan sejumlah elakan lainnya seolah-olah yang diajakan ngomong itu orang yang bodoh semua.

Dan tak ada yang lebih parah jika kamu mencla-mencle karena ada kepentingan yang sedang kamu perjuangkan. Kamu melacurkan bibir dan harga diri untuk kepentingan sesaat.

Esuk dele, sore buak sampah wae.

Belajar Bahasa Inggris di Chennai

20140508_195813

Me Rockie

“Ah, lo sama aja kayak anggota DPR, jalan-jalan ke luar negeri pakai duit negara”

Sebelum Anda menghakimi saya dengan ungkapan yang luar biasa keji tersebut, berikan kesempatan saya membela diri terlebih dahulu. Saya pergi ke Chennai dalam rangka tugas untuk mengunjungi salah satu vendor sebuah Bank di Indonesia. Tugas saya adalah memastikan vendor tersebut telah memenuhi prinsip kehati-hatian dalam operasionalnya, sehingga uang Bank yang digunakan untuk membayar vendor tersebut (yang tentunya uang masyarakat juga) tidak terbuang sia-sia. Lebih lanjut, kunjungan saya dan tim juga untuk memastikan data-data nasabah Indonesia yang diolah di Chennai tidak disalahgunakan.

Tapi kan elo juga sempet jalan-jalan.

Iya, saya jalan-jalan. Di hari kepulangan saya. Di kantor saya, berlaku aturan H-1 dan H+1 untuk pergi dan pulang dinas. Artinya, dalam kasus Chennai ini, karena penugasan saya untuk hari Senin sampai Kamis, maka saya diharuskan berangkat H-1, hari Minggu dan pulang hari Jumat. Nah, karena penerbangan pulang saya di hari Jumat adalah jam 11 malam waktu setempat, maka hari Jumat itu dimanfaatkan untuk melihat-lihat Chennai. Rasanya cukup fair.

Kalau tuduhan Anda sudah ditarik, silakan lanjutkan membaca kisah perjalanan saya di Chennai. Lanjutkan membaca

Menjadi Hantu dalam Buku

dream

Ini sebuah pelajaran penting untuk Anda yang jago menulis: jika Anda tidak menulis sendiri buku Anda, mungkin orang lain akan menyewa Anda untuk menulis buku mereka. Dan Anda hanya akan menjadi hantu dalam buku itu, seorang ghostwriter.

Tak usah lagi mempermasalahkan tentang etika seorang ghostwriter. Mungkin bisa menjadi pemahaman Anda bahwa mempunyai ide untuk sebuah buku adalah satu hal, sedangkan menulis buku adalah hal yang lain lagi.

Di dalam gedung-gedung tinggi di daerah Sudirman-Thamrin sana, banyak karyawan yang terkadang dalam waktu sibuknya bertanya kepada dirinya sendiri, kenapa saya di sini? Kenapa saya tidak memanfaatkan keterampilan menulis saya? Alih-alih menulis laporan yang membosankan tiap minggu, mungkin saya bisa menulis satu novel dan menjadi terkenal. Saya janji tidak akan membunuh banyak tokoh novel saya seperti yang George R. R. Martin lakukan.. Lanjutkan membaca

Bank Indonesia Resmi Anggap Bitcoin Bukan Mata Uang

Bank Indonesia akhirnya mengeluarkan sikap resmi terkait dengan virtual currency khususnya Bitcoin. Kebijakan ini, memperkuat komentar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas, yang sebelumnya menganggap penggunaan Bitcoin sebagai pelanggaran undang-undang.

Dalam rilis berita yang dikeluarkan pada hari ini, 6 Februari, Bank Indonesia menganggap bahwa Bitcoin dan virtual currency lainnya bukanlah sebuah mata uang atau alat pembayaran yang sah untuk digunakan di Indonesia. Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk berhati-hati terhadap Bitcoin dan virtual currency lainnya, karena risiko tinggi yang melekat pada Bitcoin. Bank Indonesia tidak bertanggung jawab atas segala risiko yang disebabkan oleh penggunaan atau kepemilikan Bitcoin.

Apakah sebenarnya Bitcoin sedemikian berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia sehingga Bank Indonesia harus membahasnya dalam rapat tertinggi? Sebenarnya tidak juga. Jumlah transaksi Bitcoin hanya sekitar 20-30 transaksi per hari dengan nilai transaksi sekitar 50-100 juta Rupiah. Pada level ini, kenaikan atau penurunan secara drastis nilai Bitcoin tidak berpengaruh besar terhadap ekonomi makro Indonesia.

Keputusan Bank Indonesia ini merupakan sebuah tindakan preventif untuk melindungi masyarakat sebelum Bitcoin menimbulkan dampak yang lebih besar di Indonesia. Lanjutkan membaca

Anna Karenina dan Kereta yang Berjalan Mundur

anna-kareninaBanyak orang Jawa, mengalami kesulitan ketika diminta untuk menjelaskan peristiwa “tertabraknya seseorang oleh kendaraan yang sedang mundur” dalam bahasa lain. Sementara pada bahasa-nya, dengan mudah dia akan menggunakan satu kata spesifik, kunduran. Contoh kata lain dalam bahasa Jawa yang tidak mempunyai padanan tepat dalam bahasa Indonesia adalah mbedhedeg, untuk menjelaskan keadaan makanan yang sudah tidak hangat lagi sehingga rasanya agak tidak enak. Mungkin pemakai bahasa lain juga mengalami kesulitan yang sama ketika diminta menerjemahkan suatu kata dalam bahasanya.

Jika hal itu terjadi dalam sebuah kata, bagaimana dengan sebuah kalimat, sebuah paragraf, apalagi sebuah buku.

Berniat memperkaya bacaan, saya dengan girang membeli buku berjudul Anna Karenina ketika menemukan buku ini di Gramedia Kota Baru, Yogyakarta beberapa waktu silam. Buku ini adalah salah satu karya dari pengarang terkenal Rusia, Leo Tolstoy. Umur cerita Anna Karenina ini sudah lebih dari seabad. Lanjutkan membaca

Pengendalian Lingkungan Data Center

y-u-no-monitor-datacenter-temperature-meme

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat audit terhadap data center telah dijabarkan dalam tulisan sebelumnya. Khusus tentang pengendalian lingkungan, sengaja saya tulis dalam artikel terpisah karena pembahasan yang cukup panjang. Mungkin hal-hal di bawah ini terlihat sepele, tapi dapat mempengaruhi tingkat ketersediaan data center.

Ruangan

Ruangan data center harus menggunakan lantai yang ditinggikan (raised floor). Raised floor ini berfungsi mengamankan sistem perkabelan dan untuk menghindari efek grounding. Tinggi ideal raised floor ini sekitar 60 cm.

Tentang perkabelan, idealnya antara kabel listrik dan kabel jaringan dibedakan. Biasanya kabel listrik ada di bawah raised floor, sedangkan kabel jaringan digantung dengan kolom khusus di plafon. Selain memudahkan perawatan, hal ini juga dilakukan untuk menghindari efek medan magnet dari kabel listrik terhadap lalu lintas data di kabel jaringan. Lanjutkan membaca