Surat Terbuka Untuk Sri

surat terbuka

Beberapa malam kemarin itu, Jono (sebut saja begitu) mengirim wasap kepada saya. Jono ini sejenis teman yang “unik”. Cuma muncul kalau lagi ada perlunya saja, entah mau ngutang atau ada perlu lain. A friend in need is a friend indeed, begitu kilahnya saat saya protes. Karenanya, saat saya terima pesan dari Jono ini, saya langsung tahu maksud dan tujuannya.

Jono meminta ketemu, yang saya iyain kemarin sore. Benar saja, tiada lain tiada bukan, si Jono ini memang mau minta tolong. Tak sekedar utang, yang dia minta kali ini lebih berat.

“Aku kepingin nikah, Jon.” (Entah kenapa, dari dulu saya dan Jono memang saling bertukar sapaan yang sama, Jon.)

Nah kan, saya bukan penghulu, bukan orang tuanya, bukan pula calon mertuanya, tapi Jono meminta tolong pada saya untuk menikahkannya. Ya jelas saya bingung.

Yang lebih bikin bingung, dia cuma mau dinikahkan dengan satu orang secara khusus. Mantan pacarnya. Mantan pacarnya yang sudah minggat sejak kapan tau. Entah masih hidup atau sudah mati, entah sudah kawin atau punya anak lima, lha gimana saya mau menikahkan mereka. Lanjutkan membaca

Esuk Déle, Sore Tempe

Esuk dele sore tempe” adalah sebuah istilah Jawa untuk menggambarkan sebuah keadaan, bisa perkataan, perbuatan, dan orang yang plin-plan, mencla-mencle, dengan kata lain, tidak tegas. Pagi berpendapat A, sore sudah berubah menjadi B. Orang yang esuk dele sore tempe, apalagi kalau keseringan, jelas bukan orang yang bisa dipercaya, bukan orang yang bisa dipegang janji-janjinya.

Tapi, tak semua orang yang berubah pendapat bisa langsung dicap sebagai pembuat tempe. Ada batasan-batasan tertentu yang membuat orang bisa berubah pikiran namun bebas dari sangkaan pasal mencla-mencle.

Yang pertama, kalau pendapat pertama jelas-jelas salah. Awalnya saya kira dele, pas dimakan ternyata mete. Apa ya saya tetep ngotot kalo itu dele. Kalo saya sekarang ngomong itu mete, apa ya saya disalahkan justru karena saya (sekarang) benar. Justru kalau saya ngeyel ngomong itu dele, saya orang yang kaku dan perlu disogok. Pake bambu…

Kesadaran akan adanya kesalahan ini, bisa jadi datang dari diri sendiri, atau diingatkan oleh orang lain.

Kedua, orang akan dimaafkan mengubah pendapatnya, jika memang keadaannya memang sudah berubah. Kalau tadi pagi masi dele, namun sekarang sudah diragiin dan sore ini sudah jadi tempe, mosok ada yang masih ngotot itu dele. Tadi pagi saya ngomong dele itu benar, sekarang saya ngomong tempe juga benar. Wong kenyataannya memang sudah berubah.

Nah, esuk dele sore tempe itu ya cocok buat orang yang hari ini bilang A, besok udah ganti jadi B, padahal barangnya masih sama. Apalagi kalau orangnya pinter ngeles, ngomong kalau barang yang kita bicarakan ini berbeda, dan sejumlah elakan lainnya seolah-olah yang diajakan ngomong itu orang yang bodoh semua.

Dan tak ada yang lebih parah jika kamu mencla-mencle karena ada kepentingan yang sedang kamu perjuangkan. Kamu melacurkan bibir dan harga diri untuk kepentingan sesaat.

Esuk dele, sore buak sampah wae.

Belajar Bahasa Inggris di Chennai

20140508_195813

Me Rockie

“Ah, lo sama aja kayak anggota DPR, jalan-jalan ke luar negeri pakai duit negara”

Sebelum Anda menghakimi saya dengan ungkapan yang luar biasa keji tersebut, berikan kesempatan saya membela diri terlebih dahulu. Saya pergi ke Chennai dalam rangka tugas untuk mengunjungi salah satu vendor sebuah Bank di Indonesia. Tugas saya adalah memastikan vendor tersebut telah memenuhi prinsip kehati-hatian dalam operasionalnya, sehingga uang Bank yang digunakan untuk membayar vendor tersebut (yang tentunya uang masyarakat juga) tidak terbuang sia-sia. Lebih lanjut, kunjungan saya dan tim juga untuk memastikan data-data nasabah Indonesia yang diolah di Chennai tidak disalahgunakan.

Tapi kan elo juga sempet jalan-jalan.

Iya, saya jalan-jalan. Di hari kepulangan saya. Di kantor saya, berlaku aturan H-1 dan H+1 untuk pergi dan pulang dinas. Artinya, dalam kasus Chennai ini, karena penugasan saya untuk hari Senin sampai Kamis, maka saya diharuskan berangkat H-1, hari Minggu dan pulang hari Jumat. Nah, karena penerbangan pulang saya di hari Jumat adalah jam 11 malam waktu setempat, maka hari Jumat itu dimanfaatkan untuk melihat-lihat Chennai. Rasanya cukup fair.

Kalau tuduhan Anda sudah ditarik, silakan lanjutkan membaca kisah perjalanan saya di Chennai. Lanjutkan membaca

Menjadi Hantu dalam Buku

dream

Ini sebuah pelajaran penting untuk Anda yang jago menulis: jika Anda tidak menulis sendiri buku Anda, mungkin orang lain akan menyewa Anda untuk menulis buku mereka. Dan Anda hanya akan menjadi hantu dalam buku itu, seorang ghostwriter.

Tak usah lagi mempermasalahkan tentang etika seorang ghostwriter. Mungkin bisa menjadi pemahaman Anda bahwa mempunyai ide untuk sebuah buku adalah satu hal, sedangkan menulis buku adalah hal yang lain lagi.

Di dalam gedung-gedung tinggi di daerah Sudirman-Thamrin sana, banyak karyawan yang terkadang dalam waktu sibuknya bertanya kepada dirinya sendiri, kenapa saya di sini? Kenapa saya tidak memanfaatkan keterampilan menulis saya? Alih-alih menulis laporan yang membosankan tiap minggu, mungkin saya bisa menulis satu novel dan menjadi terkenal. Saya janji tidak akan membunuh banyak tokoh novel saya seperti yang George R. R. Martin lakukan.. Lanjutkan membaca

Bank Indonesia Resmi Anggap Bitcoin Bukan Mata Uang

Bank Indonesia akhirnya mengeluarkan sikap resmi terkait dengan virtual currency khususnya Bitcoin. Kebijakan ini, memperkuat komentar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas, yang sebelumnya menganggap penggunaan Bitcoin sebagai pelanggaran undang-undang.

Dalam rilis berita yang dikeluarkan pada hari ini, 6 Februari, Bank Indonesia menganggap bahwa Bitcoin dan virtual currency lainnya bukanlah sebuah mata uang atau alat pembayaran yang sah untuk digunakan di Indonesia. Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk berhati-hati terhadap Bitcoin dan virtual currency lainnya, karena risiko tinggi yang melekat pada Bitcoin. Bank Indonesia tidak bertanggung jawab atas segala risiko yang disebabkan oleh penggunaan atau kepemilikan Bitcoin.

Apakah sebenarnya Bitcoin sedemikian berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia sehingga Bank Indonesia harus membahasnya dalam rapat tertinggi? Sebenarnya tidak juga. Jumlah transaksi Bitcoin hanya sekitar 20-30 transaksi per hari dengan nilai transaksi sekitar 50-100 juta Rupiah. Pada level ini, kenaikan atau penurunan secara drastis nilai Bitcoin tidak berpengaruh besar terhadap ekonomi makro Indonesia.

Keputusan Bank Indonesia ini merupakan sebuah tindakan preventif untuk melindungi masyarakat sebelum Bitcoin menimbulkan dampak yang lebih besar di Indonesia. Lanjutkan membaca

Anna Karenina dan Kereta yang Berjalan Mundur

anna-kareninaBanyak orang Jawa, mengalami kesulitan ketika diminta untuk menjelaskan peristiwa “tertabraknya seseorang oleh kendaraan yang sedang mundur” dalam bahasa lain. Sementara pada bahasa-nya, dengan mudah dia akan menggunakan satu kata spesifik, kunduran. Contoh kata lain dalam bahasa Jawa yang tidak mempunyai padanan tepat dalam bahasa Indonesia adalah mbedhedeg, untuk menjelaskan keadaan makanan yang sudah tidak hangat lagi sehingga rasanya agak tidak enak. Mungkin pemakai bahasa lain juga mengalami kesulitan yang sama ketika diminta menerjemahkan suatu kata dalam bahasanya.

Jika hal itu terjadi dalam sebuah kata, bagaimana dengan sebuah kalimat, sebuah paragraf, apalagi sebuah buku.

Berniat memperkaya bacaan, saya dengan girang membeli buku berjudul Anna Karenina ketika menemukan buku ini di Gramedia Kota Baru, Yogyakarta beberapa waktu silam. Buku ini adalah salah satu karya dari pengarang terkenal Rusia, Leo Tolstoy. Umur cerita Anna Karenina ini sudah lebih dari seabad. Lanjutkan membaca

Pengendalian Lingkungan Data Center

y-u-no-monitor-datacenter-temperature-meme

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat audit terhadap data center telah dijabarkan dalam tulisan sebelumnya. Khusus tentang pengendalian lingkungan, sengaja saya tulis dalam artikel terpisah karena pembahasan yang cukup panjang. Mungkin hal-hal di bawah ini terlihat sepele, tapi dapat mempengaruhi tingkat ketersediaan data center.

Ruangan

Ruangan data center harus menggunakan lantai yang ditinggikan (raised floor). Raised floor ini berfungsi mengamankan sistem perkabelan dan untuk menghindari efek grounding. Tinggi ideal raised floor ini sekitar 60 cm.

Tentang perkabelan, idealnya antara kabel listrik dan kabel jaringan dibedakan. Biasanya kabel listrik ada di bawah raised floor, sedangkan kabel jaringan digantung dengan kolom khusus di plafon. Selain memudahkan perawatan, hal ini juga dilakukan untuk menghindari efek medan magnet dari kabel listrik terhadap lalu lintas data di kabel jaringan. Lanjutkan membaca

Audit Data Center, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Google-data-center-storm-trooper

Dalam hal jam layanan, nasabah perbankan tak ubahnya seperti pelanggan warung burjo. Tersebutlah Pepe Sudarmaji, seorang pelanggan burjo yang bertempat tinggal di Jogja. Jam berapa pun mas Pepe ini lapar, beliau menuntut warung burjo dapat menyediakan Indomie goreng dan Coffemix hangat saat itu juga. Jika saat itu mas Pepe sedang tidak punya uang tunai, maka mas Pepe juga menuntut Bank agar bisa menyediakan layanan tarik tunai dari tabungannya saat itu juga. Mungkin juga transfer atau debit, tergantung level warung burjo yang dikunjungi mas Pepe.

Akibat tuntutan tersebut, Bank harus mempunyai sistem yang reliable, handal 24 jam sehari, 7 kali seminggu, sepanjang tahun. Sistem tersebut tentunya harus didukung sebuah data center yang handal juga. Karenanya, penyelenggaraan data center menjadi salah satu poin dalam Peraturan Bank Indonesia tentang Manajemen Risiko TI.

Berbekal PBI tersebut dan Surat Edaran terkait, sepanjang tahun kemarin saya bolak-balik mengunjungi beberapa data center. Tentu saja kunjungan tersebut tidak sekedar untuk ngadem, mengingat suhu data center yang diatur hingga 21 C. Sesuai dengan peraturan terkait, beberapa hal dalam penyelenggaraan data center tersebut diperika. Berikut poin-poin pemeriksaan sebuah data center :

Operasional Data Center
Terkait dengan operasional data center, Bank harus mempunyai kebijakan yang menentukan pejabat yang bertanggung jawab terhadap data center. Kebijakan tersebut juga menunjuk orang-orang yang berhak untuk mengakses ruangan data center. Setiap kunjungan ke data center oleh pihak lain, harus mendapat izin dari pejabat berwenang dan wajib ditemani oleh petugas yang berhak mengakses. Selain itu, setiap kunjungan juga wajib dicatat di buku log. Lanjutkan membaca

Tak Kenal Maka tak Sayang, Kenalan Sama OJK Yuk

ojk_perbankan

Kalau misalnya ditanya, mending kerja di mana, BI atau OJK, dengan yakin sebenarnya saya akan menjawab, BI. Alasannya sederhana, semua orang tahu BI sebagai lembaga elegan nan mewah macam menara gading. Semua gadis, termasuk marketing kartu kredit, teller dan customer service yang cakep-cakep di Bank itu memandang kagum pada pegawai Bank Indonesia. Kalau sudah seperti itu, penampilan fisik bisa menjadi pertimbangan yang nomor sekian.

Beda halnya jika saya sebut OJK sebagai tempat kerja. Mungkin reaksi pertama orang akan, “Hah, apa? Ojek? Tukang ojek?“. Meskipun sebenarnya kerjaan yang saya lakukan sama, termasuk besaran kewenangannya, kerja BI terlihat lebih wah daripada kerja di OJK. Hanya karena orang belum mengenal OJK dan kewenangannnya.

Apa itu OJK dan kewenangannya, sebenarnya telah dijelaskan secara gamblang melalui namanya, Otoritas Jasa Keuangan. Jasa Keuangan adalah sebuah bidang yang mempertemukan antara pemilik dana surplus (masyarakat, perusahaan, pemerintah) dalam bentuk tabungan dan menyalurkannya kepada pihak yang membutuhkan dana (bisa juga masyarakat, perusahaan, dan pemerintah) baik secara langsung ataupun tidak langsung. Contoh lembaga yang bergerak di bidang jasa keuangan adalah bank, asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, pasar modal dan lembaga keuangan lainnya.

Sedangkan otoritas secara mudah dapat diartikan sebagai pemerintah atau penguasa. Kewenangan sebuah otoritas meliputi mengatur, mengawasi, memeriksa hingga menyidik. Artinya, lembaga ini yang membuat aturan, kemudian memastikan aturan tersebut dipatuhi semua orang. Jika ada yang terindikasi melanggar, lembaga ini juga mempunyai kewenangan memeriksa hingga menyidik tersangka pelanggar tersebut.

Dari kata otoritas saja sudah terlihat betapa besarnya wewenang OJK. Belum lagi jika dilihat dari kata jasa keuangan. Menurut itung-itungan OJK sendiri, total aset jasa keuangan yang akan diawasi OJK mulai tahun 2014 adalah 11.000 triliun Rupiah. Uang sebesar itu bisa dipakai untuk membuat hampir 2.500 jembatan Suramadu. Jika uang sejumlah tersebut dibelikan kerupuk untuk seluruh rakyat Indonesia, maka setiap orang akan bisa makan tiga kali sehari bertemankan kerupuk selama 40 tahun.

Kenapa OJK?

Kenapa tiba-tiba ada OJK? Tidak cukupkah otoritas jasa keuangan yang telah ada sebelumnya yaitu Bapepam-LK (otoritas pasar modal dan lembaga keuangan) serta Bank Indonesia (otoritas Bank)? Lanjutkan membaca

Anarki Bitcoin

anarkiMarilah kita mulai membaca tulisan ini dengan sejenak mengheningkan cipta untuk nasib buruk kata “anarki” di Indonesia. Sejak zaman akhir orde baru pada tahun 1997-1998, kata anarkis marak digunakan dalam pemberitaan dengan makna “kekerasan”.  Contohnya dalam judul berita “Demo Anarki Timbulkan Antipati“. Padahal, dalam KBBI, anarki berarti (1) hal tidak adanya pemerintahan, undang-undang, peraturan, atau ketertiban; (2) kekacauan (dl suatu negara).

Masih menurut KBBI, anarkisme diartikan sebagai “ajaran (paham) yg menentang setiap kekuatan negara; teori politik yg tidak menyukai adanya pemerintahan dan undang-undang”. Meskipun ada penganut anarki yang menghalalkan segala cara, tetapi banyak juga pelaku anarki yang menghindarkan penggunaan kekuatan dan kekerasan dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang mereka inginkan. Sementara berkat penggunaan yang salah dari media sampai sekarang, kata anarkis bergeser maknanya sebagai sebuah tindakan yang merusak, menimbulkan kekacauan, menganggu ketertiban, atau membahayakan keamanan.

Salah satu contoh terbesar berjalannya anarkisme adalah pada tahun 1936 saat terjadinya revolusi Spanyol. Sekitar lima sampai tujuh juta orang bergabung dalam sebuah struktur sosial tanpa pemerintahan. Setiap orang melakukan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing : ada yang bekerja di bidang pertanian, bekerja di pabrik atau sekolah, hingga menahan serangan dari militer. Hasil dari pekerjaan tersebut dapat dinikmati oleh setiap orang sesuai dengan kebutuhan masing-masing, bukan berdasarkan apa yang telah mereka berikan untuk komunitas.

Pada contoh tersebut, absennya penguasa tidak menghasilkan hal-hal yang ditakutkan warga negara pada umumnya: kekerasan dan kriminal di mana-mana, masyarakat hidup dalam kelaparan, hukum rimba berlaku, dan sebagainya. Anarkisme yang terjadi pada saat itu, jauh berbeda dengan makna anarkisme yang dikenalkan media kita.

Dalam arti sebenarnya, salah satu bentuk anarki yang sekarang sedang berkembang adalah Bitcoin. Bitcoin, yang telah ada sejak tahun 2009, marak diperbincangkan di Indonesia akhir tahun 2013 kemarin. Ramainya perbincangan Bitcoin (dan mulai adanya transaksi menggunakannya), sampai membuat Bank Indonesia merasa perlu untuk melakukan kajian terhadap Bitcoin. Langkah Bank Indonesia tersebut sepertinya membuat entitas yang berkepentingan terhadap Bitcoin di Indonesia merasa mendapatkan angin perhatian dari otoritas sistem pembayaran di Indonesia tersebut. Dua diantara founder entitas tersebut kemudian menulis surat terbuka untuk Bank Indonesia. Lanjutkan membaca