dalam Professional Opinion

Pengendalian Lingkungan Data Center

y-u-no-monitor-datacenter-temperature-meme

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat audit terhadap data center telah dijabarkan dalam tulisan sebelumnya. Khusus tentang pengendalian lingkungan, sengaja saya tulis dalam artikel terpisah karena pembahasan yang cukup panjang. Mungkin hal-hal di bawah ini terlihat sepele, tapi dapat mempengaruhi tingkat ketersediaan data center.

Ruangan

Ruangan data center harus menggunakan lantai yang ditinggikan (raised floor). Raised floor ini berfungsi mengamankan sistem perkabelan dan untuk menghindari efek grounding. Tinggi ideal raised floor ini sekitar 60 cm.

Tentang perkabelan, idealnya antara kabel listrik dan kabel jaringan dibedakan. Biasanya kabel listrik ada di bawah raised floor, sedangkan kabel jaringan digantung dengan kolom khusus di plafon. Selain memudahkan perawatan, hal ini juga dilakukan untuk menghindari efek medan magnet dari kabel listrik terhadap lalu lintas data di kabel jaringan.

Lingkungan seperti suhu dan kelembaban udara di dalam ruangan data center juga harus selalu diawasi dan dipantau. Tanpa adanya pengaturan suhu, ruangan data center memang akan relatif panas karena kalor yang dilepaskan oleh masing-masing mesin server. Karenanya, selain menjaga suhu dengan menggunakan air conditioner, sirkulasi udara dalam ruangan juga harus diperhatikan. Suhu harus relatif merata di semua sudut ruangan. Hal tersebut dapat dipastikan dengan memasang beberapa termometer dan juga hidrometer di beberapa lokasi dalam ruangan data center.

Sumber Daya

Untuk bisa beroperasi dengan waktu down yang minimal, data center harus mempunyai sumber listrik yang stabil. Data center harus mempunyai sumber daya listrik cadangan yang siap beroperasi ketika sumber data listrik utama tidak tersedia.
Sebuah data center yang saya kunjungi, mempunyai back up listrik yang sangat bagus. Lokasi data center tersebut memungkinkan untuk menarik listrik dari dua gardu PLN yang berbeda. Jika salah satu gardu listrik mati, data center tersebut tetap dapat beroperasi dengan sumber daya listrik dari gardu yang lain. Hanya saja, priviledge ini sepertinya hanya bisa didapatkan oleh data center di tengah kota besar.

Ketika daya listrik utama mati, data center harus mempunyai sumber daya peralihan yang selalu siap beroperasi sebelum sumber daya listrik cadangan dapat berfungsi. Fungsi sumber daya peralihan ini dijalankan oleh UPS. Data center umumnya tidak hanya mempunyai satu UPS, tetapi dua atau lebih untuk menjaga agar tidak terjadi kegagalan karena UPS tidak bekerja. Kapasitas UPS harus selalu dijaga agar tidak kelebihan beban sehingga dapat memberikan daya dalam waktu yang cukup sebelum sumber daya cadangan beroperasi. UPS dan baterai-baterainya harus di-maintain secara berkala untuk memastikannya dapat beroperasi dengan baik.

Sumber daya cadangan yang wajib dimiliki oleh data center adalah sebuah generator listrik. Kapasitas generator disesuaikan dengan kebutuhan data center itu sendiri. Bahan bakar generator juga harus dijaga dalam jumlah yang cukup untuk beroperasi dalam jangka waktu beberapa hari. Selain itu, yang terpenting dari generator adalah adanya uji coba secara berkala untuk memastikan kinerja generator.

Ada dua jenis uji coba yang bisa dilakukan pada generator. Yang pertama, uji coba untuk memastikan generator tersebut dapat hidup. Uji coba ini dilakukan minimal seminggu sekali. Uji coba ini hanya menghidupkan generator selama beberapa saat dan kemudian dimatikan kembali. Yang kedua, disebut dengan load test. Uji coba ini bertujuan untuk memastikan kapasitas generator mampu menyuplai daya untuk operasional data center. Pada load test, sumber daya utama sengaja dimatikan dan diganti dengan generator. Uji coba ini dilakukan minimal setahun sekali.

Antisipasi Kebakaran

Data center wajib memiliki sistem anti kebakaran yang baik. Detektor api dan asap, harus tersedia di beberapa tempat dalam ruangan data center, termasuk di bawah raised floor. Selanjutnya, data center juga harus memiliki sistem pemadam api yang baik. Umumnya data center menggunakan gas FM200 sebagai pemadam api. Zat ini relatif aman untuk perangkat komputer dibandingkan dengan air atau busa sabun. Namun karena zat ini berbahaya bagi manusia, pemasangan sistem FM200 ini harus memperhatikan keselamatan manusia.

Secara ideal, noozle FM200 tidak hanya ada di atas plafon, tetapi juga di bawah raised floor. Hal ini terutama karena awal mula kebakaran, sering juga terjadi di bawah raised floor. Sebuah data center yang besar juga wajib menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di dalam ruangan data center. Adanya APAR ini, bukan dimaksudkan agar petugas data center dapat melawan kebakaran sehingga malah membahayakan dirinya sendiri. APAR dimaksudkan sebagai bantuan bagi orang yang ada di dalam data center untuk membuat jalan keluar dari ruangan apabila terkepung oleh api.

Yang kadang dilupakan oleh petugas data center adalah bahwa beberapa alarm data center menggunakan baterai sebagai sumber daya. Meskipun alarm tidak bekerja, baterai alarm wajib diganti secara berkala untuk memastikan alarm tetap dapat bekerja. Jangka waktu penggantian alarm disesuaikan dengan jenis baterai yang digunakan. Menurut standard dari New South Wales Fire Brigades, standard penggantian baterai adalah 10 tahun untuk baterai litium 9 volt, 2 tahun untuk baterai alkali dan tiap tahun untuk baterai karbon.

Untuk memastikan sistem anti-kebakaran ini dapat bekerja, uji coba secara berkala juga wajib dilakukan.

Selain hal-hal di atas, sebuah data center yang ideal juga harus mempunyai sistem pembuangan air yang baik. Di beberapa tempat dalam ruangan data center juga harus disediakan alat deteksi air untuk misalnya mendeteksi adanya kebocoran air pada AC. Seperti pada perangkat lain, sistem deteksi air ini juga harus diuji secara berkala.

Sebagai penutup, mungkin guyonan ini menarik untuk Anda. 🙂

prismscandalmeme

Tulis Komentar

Komentar